<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854</id><updated>2012-01-02T18:53:24.726-08:00</updated><title type='text'>Silence Droplets</title><subtitle type='html'>Just a crap media of National November Writing Month Competition. A silly challenges to my self to make a 50.000 words novel in a month. So Voila, here is my first novel.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-111979402539832138</id><published>2005-06-26T06:45:00.000-07:00</published><updated>2005-06-26T06:53:48.026-07:00</updated><title type='text'>2-2 The Message</title><content type='html'>Segalanya menjadi tidak dapat aku mengerti. Seketika aku menjadi orang yang benar-benar berbeda. Dunia seperti 2 kali lebih berwarna. Perspektif dari 4 dimensi. Semua yang menjadi pertanyaan terjawab dengan tiba-tiba. Aku bahkan bisa menghitung perkalian 5 digit dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi, sejak aku meninggalkan ruangan rumah sakit itu segalanya telah berubah drastis. Aku tidak bisa bertemu dengan semuanya. Mereka semua dimataku telah berubah. Seperti ada suara-suara dari kepala, seperti aku dapat membaca semua pikiran setiap orang yang aku jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku ada di Bali, menenangkan diri. Tapi tidak bertemu keluargaku. Hanya ingin kembali ke suasana dimana aku dibesarkan. Sudah lebih dari 3 hari aku tidak menghubungi siapapun. Dan akhirnya kuputuskan untuk menghubungimu. Mungkin hanya kamu orang yang bisa mempercayai hal-hal seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku sudah jadi makhluk aneh, mutan, vampire tapi tanpa haus darah. Atau cuma sekedar Schizoprenia? Atau kerasukan Iblis? Atau apa Rie...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-111979402539832138?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/111979402539832138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=111979402539832138' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/111979402539832138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/111979402539832138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/06/2-2-message.html' title='2-2 The Message'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-111373558220099948</id><published>2005-04-17T03:48:00.000-07:00</published><updated>2005-04-17T03:59:42.200-07:00</updated><title type='text'>Chapter 2-1 After Math</title><content type='html'>&lt;em&gt;"The number you are calling are not reachable or remain in the distance area"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Suara menyebalkan itu terdengar berulang-ulang saat Rie dengan putus asa mencoba menghubungi telepon selular Nicholas. Sudah dua hari sejak kejadian pingsan yang menghebohkan dan kepergian Nic dari rumah sakit yang menggemparkan seisi kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang menyatakan bahwa Nicholas sudah kerasukan setan ataupun disantet rekan kerjanya semakin santer terdengar di kantornya. Teman-teman Rie dari Surabaya berulang kali mencoba mencari dan menghubungi orang-orang yang mungkin mengetahui keberadaannya namun tidak satupun petunjuk mengenai keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fairy memasangkan HPnya ke craddle dan kemudian mencapkan kabel dari craddle ke port LPT untuk menggunakannya sebagai modem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil merebahkan diri di kursi komputer di kamarnya ia mengetikkan site email provider untuk membuka email. Ia ingin menanyakan khabar terbaru mengenai Nicholas, mungkin teman-temannya ada perkembangan yang lebih baik dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu email membuatnya terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sender : Nicholas Prawira Diningrat&lt;br /&gt;Title : Rie, help me please&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message :&lt;br /&gt;Ini hari ketiga sejak kepergianku dari rumah sakit...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-111373558220099948?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/111373558220099948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=111373558220099948' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/111373558220099948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/111373558220099948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/04/chapter-2-1-after-math.html' title='Chapter 2-1 After Math'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110803675811803153</id><published>2005-02-10T02:55:00.000-08:00</published><updated>2005-02-10T03:59:18.116-08:00</updated><title type='text'>Chapter I-9 The beginning</title><content type='html'>Nic tersentak, suara itu adalah suara yang sama dengan yang berbicara padanya pada saat ia disergap kegelapan, saat ia tersiksa, saat semuanya menjadi tidak ia mengerti. Suara yang meredakan rasa sakit sekaligus menyiksanya dalam ketidak mengertian. Suara yang timbul tenggelam seperti melakukan koneksi telepon genggam saat tidak ada sinyal.&lt;br /&gt;Dan kini suara itu bicara kepadanya dalam kejernihan yang mutlak, saat ia terbaring tanpa daya, saat kegelapan hanya diterangi sinar berpendar dari sosok wanita itu. &lt;br /&gt;"Dan akhirnya kita bertemu, satu penjagaan yang lama dan mengkhawatirkanku. Akhirnya tubuhmu pun tak dapat menolak takdir atas dirimu?"&lt;br /&gt;"Siapa kau?", Nic terhenyak dengan suaranya sendiri. Tak menyangka bahwa ia akan dapat berbicara.&lt;br /&gt;"Akulah orang yang selama ini mencoba berbicara kepadamu, namun pikiranmu masih menolak keberadaanku", jawab wanita itu tanpa menggerakkan bibir sama sekali. Sepertinya ia bicara melalui telepati, percakapan tanpa kata yang terucap.&lt;br /&gt;"Mengapa kau bisa ada disini? Apakah aku telah mati? Apakah kau malaikat? Bukannya malaikat akan bicara saat aku sudah dikubur? Bukannya mereka akan bertanya siapa Tuhanku? Bukannya mereka akan membawa cemeti yang besar yang akan mencambukku jika jawabanku salah?"&lt;br /&gt;Wanita itu tersenyum.&lt;br /&gt;"Mati atau hidup adalah masalah definisi, saat ini kau dalam keadaan tidak mati, namun nantinya bukan juga hidup menurut definisimu?"&lt;br /&gt;"Lalu aku apa? Hantu? Jin? Apakah aku mati penasaran. Hei, aku tidak mati bunuh diri ataupun mati karena putus cinta. Aku tidak penasaran terhadap siapapun. Aku tidak mau balas dendam kepada siapapun."&lt;br /&gt;"Kau adalah kau, bukan hantu bukan jin, bukan arwah penasaran. Hanya mengalami perubahan mendasar terhadap cara kerja tubuh manusiamu"&lt;br /&gt;"Perubahan seperti apa? Apa aku akan jadi mutan?", dalam pikirannya ia akan menjadi salah satu tokoh XMEN yang bisa menembakkan laser dari matanya.&lt;br /&gt;Wanita itu tertawa. Tawa yang dingin namun terasa merdu.&lt;br /&gt;"Hahaha, yah jika menurut definisimu manusia yang bermutasi itu mutan, maka benar kau adalah mutan. Tapi tidak bisa menembakkan laser seperti yang kau pikirkan", wanita itu tersenyum.&lt;br /&gt;Sekali lagi Nic tersentak. Wanita itu bisa membaca pikirannya.&lt;br /&gt;"Bagaimana bisa kau membaca pikiranku? Aku tidak mengatakan mutan seperti itu?"&lt;br /&gt;"Apakah saat ini kau sedang berbicara anak muda? Apakah lidahmu berbicara? Apakah aku juga berbicara? Kita sedang berkomunikasi. Dan bicara dengan suara tu adalah komunikasi yang paling primitif. Kita sudah jauh melampaui itu. Otak depan kita sudah bermutasi, jauh ke depan melewati  evolusi peradaban manusia modern. Kita bicara dengan gelombang otak, yang disebut manusia modern di jaman ini dengan telepati"&lt;br /&gt;Kali ini Nic termenung. Semuanya sudah membuat ia tak dapat lagi berpikir. Keseluruhan adegan ini seperti puncak dari segala kebingungannya atas semua yang terjadi pada dirinya selama ini.&lt;br /&gt;" Dan lalu kau siapa? Anggota persekutuan mutan yang datang untuk menjemputku sebagai anggota?", tanya Nic dengan tertawa sinis, dalam kesakitanpun selera humornya tak pernah mati.&lt;br /&gt;"Ya, bisa jadi seperti itu", sahut wanita itu sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Tiba-tiba sosok tubuh wanita itu menjadi meredup.&lt;br /&gt;Wanita itu gelisah, menoleh kea rah belakang dan tiba tiba beranjak pergi. Tubuhnya sudah redup, yang tersisa adalah kegelapan abadi.&lt;br /&gt;"Hai, jangan pergi !!, teriak Nic putus asa.&lt;br /&gt;"Aku akan menghubungimu lagi, banyak hal yang harus kita bicarakan", suara wanita itu terdengar menjauh.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ruangan itu menjadi terang, Nic membuka matanya sedikit kesilauan. Masih tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi. Yang pertama kali dilihatnya adalah sosok-sosok berjubah hijau dan seorang pria berpakaian putih.&lt;br /&gt;"Berikan suntikan 10 mg, dan bawakan alat pemacu jantung", teriak pria tersebut.&lt;br /&gt;Nic baru sadar ia ada di ruang yang sepertinya rumah sakit. Entah bagaimana ia merasa tenaganya pulih, ia langsung bangkit duduk dan membuat seluruh staf rumah sakit terkejut. Seorang suster bahkan terpekik mundur dan menabrak meja dorong sehingga jatuh berkelontangan.&lt;br /&gt;"Ada apa ini?", Nic melihat banyak kabel ditempelkan di tubuhnya. Segera ia menariknya lepas diiringi pekikan dari para suster di ruangan tersebut.&lt;br /&gt;"Dik, jangan dilepas. Apa yang kamu lakukan?"&lt;br /&gt;" Saya tidak apa apa Dok, saya hanya ingin pulang"&lt;br /&gt;Begitu detector detak jantung dilepas, encepalograph menampilkan garis luruh dan bunyi tuut yang panjang seperti di film-film menandakan orang tersebut sudah meninggal. Sekali lagi suster-suster itu tersentak.&lt;br /&gt;"Kamu tidak boleh pulang, kamu masih sakit"&lt;br /&gt;"Saya tidak sakit Dok. Saya yang merasakah kalau ada tubuh saya yang sakit. Saya hanya ingin pulang", terakhir Nic mencabut infus dengan menyeringai menahan sakit kemudian beranjak turun dari tempat tidur.&lt;br /&gt;"Lihat saya tidak apa-apa kan?", tegasnya sambil memandangi mata dokter tersebut.&lt;br /&gt;Dan seperti terkena hipnotis dokter tersebut mengangguk lalu melangkah mundur. Suster-suster hanya bisa terdiam, heran dengan apa yang telah terjadi. Mereka menyerbu masuk karena denyut jantung sudah menunjukkan tingkat yang kritis, jauh dibawah normal sehingga alarm berbunyi menandakan ada pasien yang kritis.&lt;br /&gt;Nic melangkah keluar diikuti pandangan yang heran dan takut. Tidak ada yang mengikutinya pergi keluar dari kamar tersebut. Nic terus melangkah hingga keluar ke halaman rumah sakit. Menyetop sebuah taxi dan melaju meninggalkan rumah sakit yang merasa kecewa karena seorang pasien telah sembuh meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110803675811803153?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110803675811803153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110803675811803153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110803675811803153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110803675811803153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/02/chapter-i-9-beginning.html' title='Chapter I-9 The beginning'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110801492390182922</id><published>2005-02-09T21:37:00.000-08:00</published><updated>2005-04-09T02:26:27.526-07:00</updated><title type='text'>Chapter I - 8 Rendez vous</title><content type='html'>Nic terbaring dalam ketiadaan, yang ada hanyalah pekat dan sunyi. Seluruh tubuhnya seperti mati rasa, hilang otoritas dan kendali atas semuanya. Lamat-lamat di kejauhan ia mendengar dengungan ritmis, mengikuti detak jantungnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia terhentak, sesosok tubuh berpendar berdiri tidak jauh dari tempat ia berbaring. Sosok itu pucat seperti dirinya, berpendar kontras dgn kegelapan yang menyelimutinya. Ia seperti mengenali sosok tersebut, seorang wanita berwajah cantik namun dingin dan selalu berbaju hitam.&lt;br /&gt;Dia !! Sang gadis misterius.&lt;br /&gt;Sosok tubuh itu mendekat, hanya satu langkah dan dia kini sudah berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;Kau telah jatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110801492390182922?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110801492390182922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110801492390182922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110801492390182922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110801492390182922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/02/chapter-i-8-rendez-vous.html' title='Chapter I - 8 Rendez vous'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110793092147254779</id><published>2005-02-08T22:16:00.000-08:00</published><updated>2005-04-09T02:31:20.960-07:00</updated><title type='text'>Chapter 1-6 The Unmasked</title><content type='html'>Kantor gempar.&lt;br /&gt;Seorang system engineer tiba-tiba pingsan dengan tubuh mengerjang saat mempresentasikan proyek pengembangan sistem. Tubuhnya ekstrem dingin, pucat dengan urat-urat biru menyembul halus dan detak jantung hampir tidak dapat dideteksi. Suara ambulan yang keluar dari divisi health care menyebabkan produksi sempat berhenti beberapa menit. Seluruh kantor membicarakan kejadian tersebut. Semakin lama ceritanya semakin tidak benar. Ada yang bilang Nic epilepsi, ada yang bilang keracunan makanan, ada yang bilang Nic kemasukan roh pabrik yang tahun ini belum mengambil jatah tumbal. Yang pasti snack meeting pagi itu tidak tersentuh.&lt;br /&gt;Dokter tidak dapat memberikan diagnosa, sementara Nic dinyatakan koma. Seluruh alat bantu kehidupan dipasangkan di tubuhnya. Nic berbaring dengan wajah sangat pucat, hampir-hampir seperti mayat. Di luar kaca jendela ICU, beberapa rekannya berseragam kantor masih membicarakan kejadian yang terjadi.&lt;br /&gt;"Tidak mungkin Nic epilepsi, pasti ada gejalanya. Biasanya tidak pernah terjadi apa-apa kan?", seorang perempuan berbicara dengan berbisik-bisik.&lt;br /&gt;"Kalau menurutku kayaknya sih, yang diomongin pak Haji tadi benar. Dia pasti kesurupan, ototnya bisa mengerjang seperti itu. Tadi juga ada yang bilang matanya seperti membara saat melotot", sahut rekan yang lain.&lt;br /&gt;"Sayang, padahal sedang lagi naik daun karirnya. Pasti hal kayak gini jadi pertimbangan kan? Tidak mungkin kan memberikan kepercayaan ke orang yang punya kelainan kayak gini. Semestinya manajemen mengambil ini sebagai pertimbangan", seorang yang lain menambahkan.&lt;br /&gt;Ada sedikit nada kepuasan pada ucapannya. Seperti mengatakan bahwa ia nantinya siap untuk mengambil Nich projek yang sedang dijalankan.&lt;br /&gt;ICU Room, 23.47&lt;br /&gt;Nic masih terbaring pucat. Kali ini ia sendiri. Jam berkunjung telah lewat hampir tiga jam yang lalu. Ruangan ICU hampir seperti museum. Sunyi. Hanya suara halus mesin penyangga kehidupan yang secara ritmis memenuhi udara yang berbau alkohol.&lt;br /&gt;Dokter di rumah sakit sudah angkat tangan, fenomena ini tidak pernah mereka temui sebelumnya. Denyut jantung turun hingga seperempat, haemoglobin hampir menginjak titik kritis bila tidak disupport oleh infus dan secara tiba-tiba naik ke tingkat yang dua kali normal saat supply darah diberikan. Denyut nafasnya sangat halus sehingga hampir-hampir tidak bernafas. Suhu tubuh turun hingga menyamai suhu tubuh seekor ular. Dari luar Nic seperti bayi ketuaan yang tidur di dalam inkubator dengan berbagai macam selang ditancapkan di tubuhnya. Ruangan itu sunyi, terisolasi, tampak mati. Satu-satunya tanda kehidupan adalah alat pantau denyut jantung, dan keranjang buah-buahan dan bunga-bunga yang bertuliskan semoga lekas sembuh.&lt;br /&gt;Beberapa anggota keluarnya menunggu di ruangan tunggu ICU. Letih, mengantuk, mata sembab setelah seharian menangis. Tak pernah ada yang tahu ketika pintu ICU membuka sesaat kemudian tertutup lagi. Seperti angin melewati celah karang. Dan tak pernah ada yang sadar bahwa sesosok tubuh telah berdiri diujung dalam ruangan isolasiyang pencahayaannya temaram itu, memandang tubuh Nic yang terbaring lemah tanpa tanda tanda akan hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110793092147254779?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110793092147254779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110793092147254779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110793092147254779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110793092147254779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/02/chapter-1-6-unmasked.html' title='Chapter 1-6 The Unmasked'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110484001318401885</id><published>2005-01-04T03:53:00.000-08:00</published><updated>2005-02-08T20:12:16.396-08:00</updated><title type='text'>Chapter 1-6 The Disturbance</title><content type='html'>&lt;em&gt;Apakah aku ini sudah menjadi penjilat?&lt;br /&gt;Apakah salah mengerjakan segala sesuatu sesuatu dengan benar?&lt;br /&gt;Mengapa mata-mata orang-orang itu seperti tidak rela dan menganggap yang kulakukan ini dosa? Hanya karena mereka tidak bisa konsisten?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ali termenung sendiri diatas karpet kecil favoritnya. Setiap hari pulang dari kantor, karpet kecil berukuran 2 x 3 itu jadi tempat pertapaannya. Bersandar pada guling dan kaki tempat tidur, bisa 5 jam Ali disana setiap hari menonton TV, film bermutu dari DVD-DVD bajakan yang bisa dibeli di kaki lima, ataupun main game di computer.&lt;br /&gt;Gamenya yang dimainkan tidak pernah berubah. Game manajemen sepakbola yang sudah kuno dari jaman kuliahan. Saking seringnya Ali main, ia sudah sampai musim 2015-2016. Pemain-pemain muda yang sekarang terkenal seperti Christiano Ronaldo bahkan sudah jadi pelatih atau pensiun berlibur di Hawaii.&lt;br /&gt;Bagi Ali pekerjaannya di kantor menuntut konsistensi yang tinggi. Man management adalah sebuah seni yang membutuhkan image yang kuat. Bukan hanya kecerdasan, bukan hanya inovasi dan perbaikan tapi yang tersulit adalah mengendalikan perilaku diri sendiri. Nol besar jika mengharuskan orang lain untuk disiplin tanpa ada disiplin pribadi. Maka jadilah Ali sosok yang punya dua kehidupan.&lt;br /&gt;Kehidupan yang menuntut kesempurnaan perilaku di kantor, dan kegelapan yang menyelimuti setelahnya. Tidak ada yang pernah tahu bahwa ia sering pingsan, pikirannya yang kacau dan berkejaran. Bahwa malam menjelma menjadi kuasa jahat yang menyeretnya dalam barisan setan dan dia tak berdaya menghadapinya.&lt;br /&gt;Seperti diingatkan, kegelapan kembali menyergap dirinya dengan tiba-tiba. Dengung dengan frekuensi rendah yang semakin lama semakin keras. Pandangannya gelap pekat. Tubuh mengerjang, otot-otot berkontraksi, menggelepar dalam diam, dan suara-suara, dan perasaan jatuh ke dasar yang hampa, dan segalanya terulang kembali seperti film yang diputar balik satu chapter.&lt;br /&gt;Ia telah tersiksa.&lt;br /&gt;Ia hanya bisa pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110484001318401885?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110484001318401885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110484001318401885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110484001318401885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110484001318401885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2005/01/chapter-1-6-disturbance.html' title='Chapter 1-6 The Disturbance'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110329031346194404</id><published>2004-12-17T04:47:00.000-08:00</published><updated>2004-12-17T05:33:22.186-08:00</updated><title type='text'>Chapter I-5 What's the matter with you?</title><content type='html'>Suasana kantor di HO lantai empat bank BUMN terbesar di negeri ini itu seperti biasa tampak lengang pada jam-jam istirahat seperti saat ini. Lampu ruangan sebagian dimatikan sehingga ruangan tampak tidak terlalu terang. Sebagian besar karyawan keluar kantor untuk makan siang karena tidak ada jasa katering dari perusahaan. Area di kawasan ini Segitiga Emas terlalu mahal permeter perseginya jika hanya untuk dibuat ruang makan untuk karyawan. Mungkin juga perusahaan tidak mau disusahkan oleh selera makan para karyawannya yang sepertinya high taste sesuai dengan gaya hidup mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada beberapa orang yang masih di depan komputer. Orang-orang yang sudah memesan makan siang mereka lewat Office Boy, dibungkus, sekedar untuk makan mie pangsit atau nasi padang yang dibelikan di sekitar area gedung itu. Atau gadis-gadis yang menganggap makan siang itu adalah dosa untuk program diet mereka. Beberapa karyawati asyik mengobrol sambil tangannya memencet tombol-tombol HP masing-masing. Sesekali tertawa cekikikan mendengarkan curhat seorang yang lain tentang kisah kencan tadi malam dengan pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu bilik partisi nampak seorang gadis asyik menghadap layar komputer, tangannya lincah menekan tombol mouse membuka halaman yang satu kemudian membuka window baru untuk melihat halaman lain. Sebuah komunikasi tanpa suara, melintas batas dimensi dengan memanfaatkan teknologi. Pandangannya sedang tertuju ke sebuah paragraf pesan dari sebuah website virtual friend yang sangat populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scorpionic&lt;br /&gt;Message :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Being a vampire may be just an undefinable desire for me. Why you ask that anyway? May be you right Rie, like you ever said to me that I imagined everything too much hahaha...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;About that vampire things. That Louis and Lestat legend. Their brain grows just perfect. Their wisdom leap us. Their mind just so much beautiful. The way they go stronger by age. The way they manipulate your minds, playing with our unconciousness. The thing that no human is compare to them. It just offering so much. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ironicly, they have to kill someone just to stay alive. And how Louis fight himself about that is one of my most interest.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;You know how i love things about beautiful minds, don't you? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;By the way, something weird is happening to me again this late days Rie. I dont know what it is. I just could not sleep. I always haunted by something. It always bothers my mind wherever I go, whatever I do. And I fainted again yesterday. This fear is killing me. I think I should go to a psychiatrist. May be i am loosing my sanity &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hahaha, just forget that. Nothing sane in this world anyway&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rie termenung, jawaban yang menurutnya tetap tidak bisa menjawab pertanyaannya meski terakhir kali ia menanyakan itu hanya untuk sekedar ingin tahu. Kadang ia tidak pernah bisa menebak pikiran dari pengirim pesan itu. Meski sudah hampir tujuh tahun mereka berteman sejak masa kuliah dulu. Baginya ia salah satu teman yang unik, tidak biasa. Seseorang yang terlalu bermain dengan pikirannya sendiri. Rie tidak pernah bisa terlalu dekat dengannya dan memang tidak pernah memikirkan hal tersebut. Tapi kadang kadang diantara mereka seperti mengerti pemikiran masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu ruangan sesaat kemudian menyala semua, serombongan karyawan terlihat keluar dari lift dan berjalan menuju meja kerja masing masing. Jam istirahat sudah lewat 10 menit. Rie menutup semua aplikasi internetnya setelah sebelumnya menutup login dari website tersebut. Atasannya sedang berjalan masuk di ujung koridor. Itu berarti waktunya untuk kembali bekerja. Atau setidaknya terlihat sedang bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110329031346194404?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110329031346194404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110329031346194404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110329031346194404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110329031346194404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2004/12/chapter-i-5-whats-matter-with-you.html' title='Chapter I-5 What&apos;s the matter with you?'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-110250531015203609</id><published>2004-12-08T02:46:00.000-08:00</published><updated>2004-12-08T03:37:10.656-08:00</updated><title type='text'>Chapter I-4 The Watcher</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Seperti malam malam sebelumnya, Jakarta diguyur hujan deras malam hari itu. Butiran butiran air sebesar biji jagung menumbuk atap genteng perumahan kampung menimbulkan suara seperti orang berlatih bermain drum. Permainan dengan irama beat sangat cepat dan progresif. Sesekali melemah kemudian kembali memainkan beat dengan sangat kuat. Hujan beberapa jam sudah cukup untuk membuat Jakarta mulai terendam air. Saat itu jalanan aspal sudah tertutup lapisan air keruh setinggi lutut. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jalanan tampak sangat sepi dan gelap.&lt;br /&gt;Orang-orang lebih memilih untuk tidur di kasur mereka yang nyaman, atau bermalas-malasan di kursi sofa menonton televisi, ataupun sekedar menghabiskan waktu mereka di rumah yang hangat dan kering. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyadari keberadaan sesosok tubuh semampai menggunakan pakaian setelan gelap - sepatu bot tinggi langsing warna hitam, jeans warna hitam gelap, kaos yang tertutup jaket hitam kecoklatan ramping namun cukup panjang hingga diatas lutut - berjalan di tengah hujan. Rambut diikat satu, dan kacamata hitam berbingkai persegi terpasang anggun. Sosok itu seperti tidak peduli dengan dinginnya malam. Menggunakan payung yang juga berwarna gelap, berjalan dengan angkuh ke arah warung dimana terlihat beberapa orang sedang berteduh untuk sekedar menghangatkan tubuh dengan kopi, atau minuman jahe. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jarak beberapa langkah orang-orang di warung itu mulai menyadari dan memperhatikan sosok wanita jangkung yang terkesan misterius dengan pakaian hitam yang ia gunakan. Sosok itu terus melangkah melewati warung tanpa balas melihat, melirik ke dalam dimana ia sesaat memperhatikan seorang pemuda sedang menikmati makanannya dengan asap yang masih mengepul menandakan baru saja diangkat dan disajikan. Pemuda itu tiba-tiba merasa sangat terusik, dan menoleh cepat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sepersekian detik mereka bertatapan.&lt;br /&gt;Hanya sepersekian detik. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dan gadis itu kembali meluruhkan pandangan ke depan dengan dingin berjalan meneruskan langkah diikuti pandangan orang-orang yang nongkrong di depan warung. Pandangan penuh menyelidik bercampur dengan keinginan lain yang tersembunyi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sesuatu bergerak di dada pemuda itu, rasa yang aneh, rasa kegelapan yang akhir-akhir ini semakin ia rasakan. Rasa seperti selalu diawasi. Rasa seperti kerinduan terhadap sesuatu yang tidak mungkin bisa dilepaskan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Entah kenapa, tiba-tiba saja rasa laparnya hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-110250531015203609?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/110250531015203609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=110250531015203609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110250531015203609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/110250531015203609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2004/12/chapter-i-4-watcher.html' title='Chapter I-4 The Watcher'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8831854.post-109980823604332740</id><published>2004-11-06T21:31:00.000-08:00</published><updated>2004-12-08T02:44:41.616-08:00</updated><title type='text'>Chapter I - 3 : The Symptoms</title><content type='html'>Dan segalanya menjadi lebih tidak dapat ia mengerti, sergapan yang tiba-tiba, kegelapan yang mencekam, suara-suara, kilasan peristiwa yang bukan miliknya. Nic beranjak dari lantai beralas karpet di depan layar monitor. Nafasnya masih sedikit tersengal. Ia menyeka keringat yang membasahi wajah dan lehernya. Bungkus obat-obatan yang baru saja diminium dibiarkan berserakan di atas karpet. Dengan lemas ia melangkah ke tempat tidur, menyalakan AC dengan remote dan kemudian merebahkan seluruh tubuh dan pikirannya di atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini berarti sudah yang keempat kali aku mengalami kejadian seperti ini. Dan aku rasa ini yang paling lama dan paling menyakitkan. Tapi, entahlah, dalam kesadaranku aku ingin mengetahui apa akhir mimpi ini, jika ini memang mimpi", pikirannya melayang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya memandang kosong langit langit. Sarang laba-laba nampak menggantung di beberapa tempat. Satu ekor nyamuk seperti salah mengambil arah dan terjebak di untaian jaring. Menggetarkan tubuh dan sayap dengan pasrah berharap keajaiban untuk dapat melepaskan diri sementara sang pemilik rumah berjalan dengan angkuh menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tiba-tiba Nic bangkit terduduk, beringsut ke pinggir, dan beranjak setengah berlari ke arah tempat dimana ia tadi pingsan. Di atas karpet di depan layar monitor yang diletakkan diatas sebuah meja kecil Ali duduk dengan tegak, tangannya meraih mouse dan mengarahkan pointer ke aplikasi Internet Explorer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan awal internet explorer muncul dengan alamat google.com. Pointer mouse diarahkan ke address navigation bar dan mengetikkan satu alamat di blogger.com.&lt;br /&gt;Lalu matanya mulai membaca seluruh tulisan yang ada di web site yang berisi catatan jurnal dari seseorang yang baru saja secara misterius ia kenal di internet. Entah kenapa segala hal yang terjadi pada dirinya tertulis dengan sangat akurat di jurnal yang dulu ia temukan secara tidak sengaja itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;Only God Could Judge Me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Des0lati0n. Despair. Depressi0n. A fight t0 stay alive.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sunday, November 7, 2004&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;The Failure of a birth&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan lihatlah kini kau terjaga dengan segala ketakutanmu, dengan segala pertanyaanmu. Dan seperti seekor anak ular yang ketakutan kau menghampiriku untuk mencari jawaban. Tidak ada jawaban atas pertanyaan yang belum ada. Tidak ada pertanyaan atas segala yang belum terjadi. Dan entah apa yang ada padamu menghalangi kita untuk bertemu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keistimewaanmu, entah apapun itu, semakin lama membuat penjagaanku atasmu semakin menarik sekaligus mengkhawatirkan. Bukan hanya kau yang ingin mengerti akhir dari segala mimpi, tapi aku, mereka dan banyak lagi. Sebagian diriku menginginkanmu untuk menyerah. Namun sebagian lagi menginginkanmu untuk tetap melawan. Biar Tuhan yang memutuskan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidurlah, tubuhmu telah menahan beban yang terlalu berat.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Matanya menerawang, tulisan yang hanya dua paragraph itu dibacanya berulang-ulang seperti tidak ingin melewatkan satu makna sekecil apapun yang bisa ia terka. Tapi pertanyaannya tidak terjawab, hanya menambahkan pertanyaan baru. Pertanyaan- pertanyaan yang sangat mendasar. Apakah aku akan mati dan dia adalah malaikatku? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin di jaman seperti ini malaikat maut menggunakan email untuk melakukan kontak dengan jiwa-jiwa yang akan mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8831854-109980823604332740?l=makingnovel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makingnovel.blogspot.com/feeds/109980823604332740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8831854&amp;postID=109980823604332740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/109980823604332740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8831854/posts/default/109980823604332740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makingnovel.blogspot.com/2004/11/chapter-i-3-symptoms.html' title='Chapter I - 3 : The Symptoms'/><author><name>Imam Wahyudi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_A6SKhH0bTBM/Szhqf6_f3PI/AAAAAAAAAUM/gYQMwQBJLjA/S220/burnt_portrait_small_900.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
